Pages

Minggu, 19 Agustus 2012

Artikel


Mengapa air laut mengandung garam dan bagaimana garam masuk ke dalamnya? Seberapa besar kandungan garam di Laut Mati?
Garam di laut sangat berbeda dengan garam di atas meja Anda. Garam di laut sebenarnya merupakan larutan yang sangat kompleks dan mengandung lebih dari lima puluh garam mineral alami. Dalam air laut, kandungan sodium klorida (garam dapur) yang paling melimpah, sedangkan mineral lainnya dalam konsentrasi rendah antara lain garam kalsium (kalsium karbonat, magnesium sulfat, dan magnesium bromida). Tambahan lagi ada sedimen terlarut dan batu-batuan dari dasar laut, materi dari sisa-sisa mahluk hidup yang mati dan air.
Garam terlarut dibawa ke laut dari sungai dan aliran air, hampir 4 miliar ton per tahun. Para ilmuwan berpkikir bahwa total jumlah garam di semua laut mungkin hampir 50 juta milyar ton. Konsentrasi garam pada kebanyakan air laut adalah tiga puluh lima per mil, yang berarti bahwa 3.5% berat air laut berasal dari garam terlarut. Ada pengecualian mengenai rasio 3.5% ini, yaitu Laut Mati, yang sebenarnya DANAU bukan laut. Di Laut Mati ini, kandungan garamnya sepuluh kali daripada laut umumnya dan lokasinya sangat rendah dari permukaan laut yaitu sekitar 400 meter di bawah permukaan laut. Danau ini disebut Laut Mati karena tidak satupun, bahkan rumput laut yang dapat hidup di dalamnya atau di sekitar pantainya.
Pantainya tertutup kristal garam berwarna putih. Jika seekor ikan masuk ke dalam danau ini dari salah satu sungai yang bermuara disini, ikan itu langsung mati. Danau yang mengerikan ini mendapatkan suplai garam dari sungai Jordan dan beberapa sungai kecil yang berhulu di gunung, yang bermuara di danau ini, tetapi tidak ada jalan keluar dari danau ini. Cara air keluar dari danau ini hanya lewat penguapan dan itu malah membuat konsentrasi garamnya semakin meningkat.
Kebanyakan garam dapur berasal dari pertambangan bukan dari garam laut. Kadangkala, yodium juga ditambahkan ke dalam garam dapur untuk membesarnya kelenjar tiroid yang disebut goiter. Sejak pabrik menambahkan yodium ke dalam garam dapur, penyakit goiter jarang terlihat di negara industri dan negara utama, tetap masih banyak ditemukan di negara berkembang.

Artikel

Mengapa cokelat memberikan Anda zits? Dan, apakah Zits itu?
Memakan cokelat tidak menyebabkan Anda terkena zits, TIDAK PERNAH, dan sepertinya TIDAK AKAN. Zits adalah jerawat yang biasanya muncul karena hormon remaja dicampur dengan sebum (minyak) dan bakteri. Jadi apakah artinya? Setiap orang yang mempunyai hormon yang disebut androgen. Hormon ini merangsang kelenjar minyak di kulit kita untuk membesar dan membuat bahan yang menjijikkan yang disebut sebum.
Sebum adalah bahan berlemak, sel-sel kulit mati bercampur dengan minyak kulit yang dihasilkan kelenjar sebaesus. Semua ini normal, tetapi jika Anda cenderung berjerawat, kelenjar sebaesus Anda bereaksi pada Androgen normal Anda dan menghasilkan terlalu banyak sebum. Blackhead muncul dimana sebum dan bakteri mengisi folikel rambut di kulit Anda. Jika Blackhead tidak menghitam karena oksidasi, mereka tetap putih dan menjadi jerawat, atau terbuka dan menjadi lesi atau kista jerawat yang meradang.
Kabar baiknya adalah bahwa pengobatan yang pantas dan biasanya jerawat bersih sendiri dalam beberapa tahun. Setiap orang berbeda, tetapi satu syarat yang universal, jangan memencet jerawat Anda. (Cuci tangan Anda!). Jangan cemas tentang makanan yang menyebabkan jerawat, khususnya cokelat.
Ada banyak penelitian dan ternyata hanya mitos bahwa cokelat penyebab jerawat. Dalam penelitian dimana setiap orang makan cokelat, kebanyakan tetap berjerawat, beberapa berkurang jerawatnya dan beberapa lagi semakin banyak jerawatnya. Bagi para remaja, jangan terlalu keras pada diri sendiri dengan menghindari cokelat yang enak.NIKMATI SAJA



.

Artikel


Apakah ikan pernah tidur?
Yang pasti, ikan tidak pernah menguap. Anda membutuhkan paru-paru dan diafragma untuk melakukan kegiatan itu. Namun, tidur? Itu tergantung bagaimana persepsi tentang tidur. Jika Anda mengartikan bahwa tidur adalah menutup kedua mata Anda, ikan tidak tidur karena ikan tidak punya kelopak mata.
Namun, ikan dapat mengembalikan tenaga dengan beristirahat. Para ilmuwan mengukur tidur dengan melihat gelombang di otak. Mereka tahu kapan ikan tidur karena mereka dapat melihat gelombang otak ikan dan frekuensi gelombang akam melambat saat ikan jatuh tidur.
Beberapa ikan berdiam diri di sekitar kayu-kayuan atau batu-batuan sehingga mereka tampak seperti tidur. Beberapa hiu tetap bergerak meskipun sedang beristirahat karena cara bernapas mereka mengharuskan mereka mendorong air melalui insang. Menurut pandangan manusia, tidak satu pun cara ini terdengar seperti istirahat. Sebagai tambahan : Dolphin (lumba-lumba) tentu saja merupakan mamalia dan BUKAN IKAN dapat “mematikan” setengah dari otaknya dan mengistirahatkannya, dan setengah otaknya lagi cukup tangkas untuk menghindari jenis istirahat seperti ini, yang dinamakan “Unihemispheric deep sleep.” Tidur disini tidak sama dengan standar kita meskipun beberapa spesies dolphin mengganti tidur 7 jam per hari dengan “tidur ayam” dengan setengah otaknya hanya selama 60 detik!
Dolphin (lumba-lumba) tidak hanya “bangun” untuk menghindar dari predator. Mereka harus tetap muncul ke permukaan setiap kali untuk bernafas meskipun mereka memuntahkan kembali. Lumba lumba muda harus ke permukaan setiap 2 menit sekali, sedangkan lumba-lumba dewasa dapat bertahan sampai 10 menit.






Minggu, 05 Agustus 2012

Lirik Lagu Bad English - When I See You Smile

Bad English – When I See You Smile

Sometimes I wonder
How I’d ever make it through,
Through this world without having you
I just wouldn’t have a clue
‘Cause sometimes it seems
Like this world’s closing in on me,
And there’s no way of breaking free
And then I see you reach for me
Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you, baby
And everything’s alright,
everything’s alright
When I see you smile
I can face the world, oh oh,
you know I can do anything
When I see you smile
I see a ray of light, oh oh,
I see it shining right through the rain
When I see you smile
Oh yeah, baby when I see you smile at me
Baby there’s nothing in this world
that could ever do
What a touch of your hand can do
It’s like nothing that I ever knew
And when the rain is falling
I don’t feel it,
’cause you’re here with me now
And one look at you baby
Is all I’ll ever need,
you’re all I’ll ever need
Chorus
Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you baby
And everything’s alright,
everything’s alright
So right… 


7 Tips Agar Menjadi Sahabat Allah SWT

Pertama, jadilah Muslim yang berjiwa besar. Dalam konteks ini Abu A’la menjabarkan agar seorang Muslim menghindar dari sifat kikir dan pelit. Muslim yang mampu memelihara diri dari sifat tercela itu maka dia telah layak disebut sebgai sahabat Allah yang akan mendapat keuntungan.

مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS. 59 : 9).
Kedua, jadilah Muslim yang memiliki sifat murah hati. Menurutnya setiap Muslim harus murah hati. Kebesaran hati akan mengatasi perasaan diri kita, mengatasi kebencian terhadap borok-borok dan penghinaan. Jika seseorang membuat kita sedih atau merugikan kita, jangan sampai perbuatannya itu menyebabkan kita menolak untuk memberinya makanan atau pakaian. Juga jangan sampai hal itu membuat kita ragu-ragu memberikan bantuan kepadanya ketika ia berada dalam kesulitan.

وَلَا يَأْتَلِ أُوْلُوا الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُوْلِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 24 : 22).

Ketiga
, jangan egois. Sikap egois harus dihindari dan dibuang jauh dalam diri setiap Muslim. Egois itu menurut Abu A’la Al-Maududi adalah suka berharap imbalan dan senang membebani orang lain.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِيناً وَيَتِيماً وَأَسِيراً
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلَا شُكُوراً


“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. (QS. 76 : 8 – 9).

Sifat egois sangat dilarang dalam Islam. Dalam ayat yang lain Allah
berfirman, “Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (QS. 74 : 6). Dalam konteks modern sifat egois ini banyak dipraktikkan oleh para koruptor, dan mereka yang gemar melakukan praktik suap. Suka memberi asal bisa mendapat balasan yang lebih besar. Naudzubillahi min dzalik.

Keempat, memiliki hati yang suci. Dengan hati suci setiap Muslim akan mampu memberikan yang paling berharga dari apa yang dimilikinya, sebagai bukti bahwa harta itu benar-benar dibelanjakan sebagaimana ketentan Allah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. 2 : 267).

Kelima, memberi ketika dalam kesusahan. Memberi adalah sifat Muslim sejati. Bahkan dalam kondisi kesusahan pun seorang Muslim tidak boleh berhenti untuk bisa menafkahkan apa yang dimiliki dan memberikan bantuan kepada orang lain.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. 3 : 134).

Keenam, memberi ketika kaya. Jika dalam kondisi susah kita dilarang berhenti memberi apalagi dalam kondisi kaya. Ketika kaya kita tidak boleh lupa kepada Tuhan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. 63 : 9).

Ketujuh, memberi hanya demi ridho Allah SWT. sebagaimana firman-Nya,

لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَلأنفُسِكُمْ وَمَا تُنفِقُونَ إِلاَّ ابْتِغَاء وَجْهِ اللّهِ وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ


“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. 2 : 272).

Menurut Abu A’la, tujuh kualitas di atas sangat penting diperhatikan dan dimiliki oleh setiap Muslim, jika benar-benar ingin menjadi sahabat Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎) atau masuk dalam kelompok Allah.

EGOIS

Sikap Egois Dalam Diri Anak Adam

Oleh Zakir Hubulo

Disadari atau tidak, bahwa egoisme manusia sangatlah terkait dengan keimanannya. Egoisme atau kecintaan manusia terhadap dirinya, tidak jarang dapat menguasai kepribadian seseorang. Bahkan mungkin sering kita lihat dalam kehidupan, betapa manusia asyik berjuang memenangkan ego masing-masing.

Egoisme dipastikan akan memunculkan persaingan yang pada gilirannya akan memunculkan saling berselisih antara satu dengan lainnya di dalam memenuhi kepentingan yang menjadi ego masing-masing. Bahkan tidak jarang, dalam upaya persaingan dalam memenuhi ego memanfaatkan sebagian orang dengan menghalalkan segala macam cara, baik dalam bentuk kolusi, korupsi, nepotisme, pencurian, perampokan, dan lain sebagainya.

Sudah sejak awal Allah SWT memperingatkan kepada kita apa yang telah terjadi pada manusia pertama, Adam. Kisah Adam dan Hawa, mengantarkan kita ke dalam keyakinan bahwa tidak mungkin kita meragukan keimanan Adam dan Hawa. Bagaimana mungkin kita bisa meragukan keimanan keduanya, karena mereka berdua langsung berjumpa dan berdialog dengan Allah.

Pertanyaan yang muncul kemudian, kenapa keimanan Adam dan Hawa harus gugur dengan mengikuti godaan Iblis untuk melanggar satu aturan Allah, yaitu memakan buah Khuldi. Bila saja kita simak secara seksama, ternyata kalahnya keimanan Adam dan Hawa ini setelah Iblis berhasil mengetahui titik lemah manusia yang lalu Iblis bisikkan pikiran jahatnya dengan menyatakan, "Hai Adam, maukah kamu saya tunjukkan sebuah pohon Khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa" (Thaahaa, 20 : 120).

Pada satu sisi Allah mengingatkan kepada Adam dan Hawa, sekaligus menekankan bahwa keduanya dilarang memakan buah tersebut, bahkan jangankan untuk memakannya, mendekatinya pun dilarang. Allah SWT berfirman: “Janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim’ (Al Baqarah, 2:35).

Sementara Iblis menyatakan, maukah kamu aku “tunjukkan” sebuah pohon. Pohon yang hakikatnya Allah SWT nyatakan kepada Adam dan Hawa agar mereka berdua tidak mendekatinya, apalagi memakan buahnya.

Ini yang sebenarnya harus menjadi “Tazkirah” (peringatan), di satu sisi Allah melarang, tapi di sisi yang lain Iblis malah berusaha “menunjukkan” pohon itu. Masalahnya kemudian mengapa keimanan Adam dan Hawa tiba-tiba menjadi lemah untuk kemudian keduanya melanggar aturan Allah dengan memakan buah terlarang tersebut?

Di sinilah titik lemah manusia yang kemudian diketahui Iblis, di mana Iblis menyatakan, maukah saya tunjukkan kamu sebuah pohon yang kalau kamu makan buahnya maka kamu akan mendapatkan "dua" perkara. Yang pertama, “Khuld”(kekal). Yang kedua, mendapatkan kerajaan atau kekayaan yang berlimpah ruah.

Dengan kata lain Iblis berusaha memperdaya Adam dan Hawa dengan meyakinkan mereka berdua, bahwasanya Allah melarang memakan buah itu tidak lain karena Allah takut tersaingi, jika karena kalian memakan buah tersebut maka kalian akan sama-sama kekal dan sama akan punya kekuasaan. Dua hal inilah, yakni mengharapkan “Kekekalan” kekuasaan dan harta yang berlimpah ruah yang telah mengantarkan runtuhnya keimanan Adam dan Hawa, keimanan dua insan yang langsung berjumpa dan berdialog dengan Allah SWT.

Satu pelajaran yang luar biasa sangat berharga bagi kita anak cucu Adam, bahwa kalau kita lihat keberhasilan Iblis menyesatkan manusia terbanyak dari dua sisi ini. Yakni dari sisi kekuasaan dan ingin hidup kekal lalu berusaha untuk bisa melanggengkan kekuasaan dan lain sebagainya. Kekal tidak hanya dari segi umur, tetapi dari sisi jabatan, kedudukan, dan lain sebagainya. Dari sisi inilah peluang Iblis untuk menggoda dan menyesatkan manusia.

Allah SWT mengingatkan, hanya keimananlah sebenarnya yang bisa mengendalikan kecenderungan tersebut. Dalam Islam seseorang tidak diperintahkan untuk mematikan kecenderungan hawa nafsunya sepanjang dalam memenuhinya masih dalam aturan yang benar menurut Allah SWT.

Tidak salah kalau seseorang ingin kaya, punya ambisi kedudukan, jabatan dan lain-lain sepanjang bisa ditempuh dengan jalan yang diridhai-Nya. Yang tidak dimungkinkan dalam Islam adalah, bila dalam memenuhi keinginannya ia tempuh dengan menghalalkan segala macam cara dengan melanggar aturan dan hukum-Nya.

Ada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Ummu Salmah, istri Rasulullah SAW, tentang bagaimana keimanan itu bisa mengendalikan ego seseorang. Dikisahkan ada dua orang laki-laki, mereka bertengkar memperebutkan harta waris, masing-masing tidak memiliki bukti kepemilikan harta yang diperebutkan itu. Lantas keduanya menghadap Rasulullah SAW untuk meminta keputusan Beliau.

Rasulullah SAW kepada mereka berdua menyatakan: Saya ini hanyalah seorang manusia, sementara kalian mencoba meminta penyelesaian proses hukum ini kepada saya, padahal boleh jadi seseorang di antara kalian akan mampu dengan dalil-dalil dan pendekatannya meyakinkan kepada saya bahwa dialah yang paling benar, sehingga saya bisa memutuskan bahwa itu milik dia, padahal itu belum tentu benar. Kalau itu yang terjadi maka berarti saya telah memberikan kepada dia peluang untuk menyiapkan bara api neraka jahnnam sepenuh perut dia. "Mereka yang memakan harta anak yatim dengan cara yang zalim maka sama dengan dia telah menyiapkan bara api sepenuh perutnya" (An Nissa’, 4 : 10).

Mendengar pernyataan Rasulullah SAW ini, maka kedua laki-laki tadi kemudian masing-masing mengatakan kepada yang lain, kalau memang itu adalah hak saya, maka saya ikhlas untukmu, silakan ambil. Yang satu seperti itu yang lain pun demikian. Akhirnya mereka sama-sama tidak mau mengambil haknya. (HR. Sunan Abu Daud).

Seperti inilah jika keimanan yang menjadi pijakan hidup seseorang. Ada kisah lain yang serupa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi SAW pernah mengisahkan kepada para sahabat tentang dua orang mu’min yang satu menjual tanah kepada yang lain. Usai proses pembelian, si pembeli kembali lagi dengan membawa satu kotak peti berisi emas dengan mengatakan; Setelah saya membeli tanah kebetulan saya menggali tanah itu kutemukan satu kotak peti berisi Emas. Karena saya hanya membeli dan membayar harga tanah, berarti tidak termasuk emas yang ada di dalam peti ini. Maka dari itu saya kembalikan kotak peti berisi emas ini.

Si penjual tanah tidak mau menerima dengan mengatakan, saya sudah menjual tanah dengan segala yang ada di dalamnya. Akhirnya, keduanya sepakat untuk menemui seseorang untuk meminta keputusan. Maka berkatalah orang yang dipercayakan oleh kedua orang itu, adakah kalian berdua punya anak ? Yang satu menyatakan, saya punya anak laki-laki. Yang satunya lagi, saya punya anak perem-puan. Lebih lanjut, seseorang yang dipercaya itu mengatakan, kalau begitu nikahkan saja anak kalian berdua dan emas itu untuk modal anak kalian berdua. Maka barulah keduanya sepakat.

Alangkah luar biasa dampak keimanan dalam mengendalikan egoisme manusia. Dan alangkah indahnya hidup dan kehidupan ini jika masing-masing manusia memiliki keimanan yang kuat sehingga dia mampu mengendalikan kecenderungan “ego” yang ada dalam dirinya sekaligus mementahkan bisikan Iblis yang menyesatkan. Wallahu a’lam bish-shawab

sumber: www.mayaspib.blogspot.com

Materi Fisika - PENGUKURAN

PENGUKURAN

1. Pengukuran Tunggal
    Pengukuran tunggal merupakan pengukuran yang dilakukan satu kali dan langsung dapat ditentukan hasil ukurnya berupa (x±Sx) satuan. Pengukuran tunggal di pakai ketika dalam pengulangan pengukuran di peroleh nilai atau hasil yang sama. Pengukuran tunggal dilakukan kalau sumber ralatnya dianggap satu, yakni dari alat  ukur saja.

2. Pengukuran Berulang
    Pengukuran berulang adalah pengukuran yang dilakukan secara berulang atau berkali-kali pada satu variable, dan memperoleh hasil yang berbeda-beda dalam setiap pengulangan pengukurannya.

Perbedaan Antara Pengukuran Tunggal dan Pengukuran Berulang
¢ Pengukuran Tunggal
·        Hanya 1x pengukuran,sudah bisa untuk ditentukan hasil ukurnya.
·        Jika dilakukan pengulangan, hasil ukurnya tetap sama.
·        Sumber ralat yang bekerja hanya dari alat ukur yang digunakan. Nilai X adalah nilai perkiraan  
   terbaik.
·        Nilai delta X adalah nilai ralat( nilai perkiraan yg ditentukan oleh praktikan sendiri ).
·        Sumber ralat yg selain dari alat ukur, dapat diabaikan.
¢ Pengukuran Berulang
·        Belum bisa ditentukan hasil ukurnya hanya dg 1x pengukuran, melainkan harus dilakukan secara berulang.
·        Jika dilakukan pengulangan, hasil ukurnya berbeda.
·        Nilai X adalah rata-rata nilai perkiraan terbaik dari setiap pengulangan pengukuran.
·        Nilai delta X adalah nilai ralat yg diperoleh dari nilai perhitungan standar deviasi pengukuran.
·        Sumber ralat yg selain dari alat ukur , tidak dapat diabaikan.
 
 
Images by Freepik