Gangguan kesuburan adalah ketidakmampuan untuk terjadi kehamilan pada pasangan setelah setidaknya melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan selama setahun. Karena biasanya kehamilan dapat terjadi selama setahun, maka pasangan yang tidak dapat hamil selama waktu tersebut dimasukkan dalam kelompok yang mempunyai masalah kesuburan.
Pada pria, kelainan hormon, penyakit tertentu, trauma dan kerusakan pada organ reproduksi, serta disfungsi seksual dapat secara sementara ataupun permanen mempengaruhi sperma & menghalangi terjadinya pembuahan. Beberapa gangguan kesuburan yang ada dapat menjadi semakin sulit di obati apabila telah lama diderita tanpa adanya perawatan.
Perjalanan Sperma
Produksi
sperma pada pria dimulai sejak usia puber sampai seumur hidupnya. Pria
dewasa yang sehat dapat memproduksi ratusan juta sperma setiap harinya.
Sperma sendiri diproduksi di testis, kemudian sperma akan menuju bagian
atas testis yang disebut epididymis, yaitu tempat dimana sperma akan
memperoleh nutrisi yang diperlukan & menjadi matang serta siap untuk
dikeluarkan. Pada saat akan dikeluarkan, sperma akan bergerak melalui
vas deferens dari masing-masing testis ke belakang kandung kemih,
kemudian bergabung dengan seminal vesicle yang berfungsi mengeluarkan
air mani. Campuran cairan ini kemudian dialirkan melalui ejaculatory
ducts yang terdapat didalam kelenjar prostat, untuk kemudian dihubungkan
dengan saluran urethra yang akan mengeluarkan cairan tersebut pada saat
terjadi ejakulasi. Pada saat cairan sperma & air mani berada di ejaculatory ducts,
kelenjar prostat juga akan mengeluarkan cairan yang berfungsi untuk
menyediakan lingkungan yang menjaga supaya sperma dapat tetap hidup di
daerah vagina yang bersifat asam. Karena proses pembentukan sperma sendiri membutuhkan waktu hingga 2 bulan, maka apabila terdapat penyakit pada saat awal siklus produksi sperma dapat mempengaruhi hasil akhir di sperma dewasa, yang menyebabkan terjadinya masalah kesuburan. Walaupun pada saat pemeriksaan dilakukan tidak terdapat gangguan kesuburan pada sang pria.
Penyebab Gangguan Kesuburan Pada Pria
Penyebab yang umum terjadi pada kasus ketidak-suburan pada pria adalah : gangguan pada proses produksi sperma, gangguan pada pengeluaran sperma dan defisiensi testosterone (hipogonadism).
Gangguan kesuburan dapat terjadi sebagai hasil dari kondisi yang telah ada semenjak lahir (bawaan) atau terbentuk kemudian setelah dewasa (didapat). Penyebab masalah kesuburan tersebut termasuk diantaranya:
- kemoterapi
- Cacat atau gangguan pada system reproduksi (contoh: cryptorchidism, anarchism)
- Penyakit tertentu (cystic fibrosis, anemia, penyakit menular seksual)
- Disfungsi pada hormon (terjadi karena adanya kelainan pada hipotalamus-pituitari-gonadal axis)
- Terjadi infeksi (contoh: prostatitis, epididymitis, orchitis)
- Terjadi cedera (contoh: cedera pada testis)
- Penggunaan obat tertentu (contoh: pengobatan pada penyakit darah tinggi, arthritis)
- Kelaianan metabolic seperti hemochromatosis (mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan & menyimpan zat besi)
- Ejakulasi terbalik (suatu kondisi dimana air mani mengalir terbalik menuju kandung kemih pada saat terjadinya ejakulasi)
- Penyakit sistemis (contoh: demam tinggi, infeksi, penyakit ginjal)
- Kanker testis
- Varicocele
Diagnosa Gangguan Kesuburan
Berbeda dengan pandangan masyarakat pada umumnya dimana apabila suatu pasangan tidak kunjung mendapatkan keturunan, maka biasanya pihak perempuan yang pertama di pertanyakan kesuburannya. Maka pada saat melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab gangguan kesuburan biasanya pemeriksaan di mulai dari pihak pria, hal ini karena pemeriksaan & tes pada pria lebih rumit dibandingkan pada wanita.
Pemeriksaan menyeluruh pada sejarah kesehatan pria termasuk jenis operasi yang pernah dilakukan sangat diperlukan. Hal ini karena adanya penyakit kronis, cedera pada panggul, penyakit saat kecil, operasi pada daerah perut & organ reproduksi, penggunaan obat untuk kesenangan serta pengobatan tertentu dapat mempengaruhi kesuburan. Pada pemeriksaan fisik dapat mendeteksi adanya ketidak normalan pada testis (seperti: varicocele, tidak adanya vas deferens, adanya tumor), adanya kelainan pada hormone (seperti: organ reproduksi yang kurang berkembang, pembesaran pada jaringan payudara) atau adanya defisiensi testosterone.
Pemeriksaan Sperma
Analisa
air mani, biasanya dilakukan oleh dokter spesialis & digunakan
untuk memeriksa keseluruhan hasil ejakulasi. Hal ini karena cairan mani
dapat mempengaruhi fungsi & pergerakan sperma. Biasanya 3 sample air
mani di ambil pada waktu yang berbeda, hal ini untuk menghitung
beberapa variable seperti suhu & juga menjaga dari terjadinya
kesalahan. Enam faktor dari sperma yang dianalisa dari pemeriksaan air mani:
- Konsentrasi sperma (sperma/milliliter atau cc)
- Morfologi sperma (pemeriksaan bentuk sperma dimana bentuk yang normal identik dengan sperma yang sehat)
- Pergerakan sperma (mobilitas, dihitung pergerakannya dengan %)
- Tes cairan mani (dilihat dari kekentalan & warnanya)
- Jumlah sperma yang bergerak
- Volume cairan (jumlah air mani saat ejakulasi)
Hasil Pemeriksaan Sperma yang Normal Menurut WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan nilai acuan untuk analisa sperma/air mani yang normal, sebagai berikut:
- Volume total cairan lebih dari 2 ml
- Konsentrasi sperma paling sedikit 20 juta sperma/ml
- Morfologinya paling sedikit 15% berbentuk normal
- Pergerakan sperma lebih dari 50% bergerak kedepan, atau 25% bergerak secara acak kurang dari 1 jam setelah ejakulasi
- Adanya sel darah putih kurang dari 1 juta/ml
- Analisa lebih lanjut (tes reaksi antiglobulin menunjukkan partikel ikutan yang ada kurang dari 10 % dari jumlah sperma)
Pengobatan Gangguan Kesuburan
Setidaknya 75% masalah kesuburan pada pria dapat diobati sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan. Ada 3 kategori pengobatan untuk mengatasi gangguan kesuburan pada pria:
- Membantu proses reproduksi, termasuk diantaranya metode untuk mengobati disfungsi ereksi, membantu terjadinya ejakulasi, menghasilkan sperma dan inseminasi sel telur.
- Terapi dengan obat untuk gangguan kesuburan pada pria, termasuk pengobatan untuk meningkatkan produksi sperma, pengobatan masalah kelainan hormon, penyembuhan terhadapa penyakit infeksi & melawan antibody sperma yang meyebabkan tubuh menolak sperma.
- Operasi, dalam hal ini dilakukan untuk memperbaiki kerusakan pada organ reproduksi dan varicocele yang menyebabkan penurunan jumlah sperma yang dihasilkan.
Para pasangan, Jangan Menyerah!
Untuk para pasangan yang belum juga di karuniai keturunan janganlah berputus asa. Dengan kemajuan teknologi kedokteran saat ini hampir semua problema kesehatan dapat diatasi. Sehingga apabila timbul masalah pada salah satu pasangan segeralah konsultasi ke dokter untuk mencari solusinya. Tetapi apabila ternyata sang buah hati tak kunjung datang juga, maka tetaplah saling mendukung serta jangan saling menyalahkan, ingatlah pada komitmen awal pernikahan anda. Mengadopsi anak dapat menjadi salah satu pilihan supaya anda dapat berbagi kebahagian dengan yang lain.
Demam dengue merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus
dengue & disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang
telah terinfeksi dengan virus dengue tersebut. Demam dengue sendiri
terbagi menjadi 2 yaitu demam dengue (DD) & demam berdarah dengue
(DBD). Demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari
demam dengue, dimana pendarahan & syok terkadang dapat terjadi yang
berakibat pada kematian.
Penderita
gangguan mendengkur atau apnea tidur mencapai 10% populasi orang
dewasa. Dapat juga ditemukan pada berbagai usia mulai dari bayi yang
baru lahir sampai orang dewasa, baik pria maupun wanita. 
Tanaman oleander atau Nerium oleander dianggap sebagai tanaman paling
beracun di dunia. Karena seluruh bagian tanaman mengandung racun dan
terdiri dari beberapa jenis racun. Tapi racun yang paling berbahaya
adalah oleandrin dan neriine yang bisa berefek kuat pada jantung.
Tanaman water hemlock atau Cicuta maculata adalah tanaman yang menarik
dengan daun ungu bergaris-garis putih serta berbuah kecil. Tanaman ini
berasal dari Amerika Utara dengan tinggi mencapai 1,8 meter serta tumbuh
subur di sepanjang tepi sungai, rawa, dataran rendah dan padang rumput
yang basah.
Tanaman rosary pea atau Abrus precatorius adalah benih yang cantik
dilihat dengan perpaduan warna merah dan hitam, sehingga sering
digunakan untuk perhiasan. Benih ini mengandung racun abrin dan akan
berbahaya jika lapisan benih rusak atau tergores. Karenanya pembuat
perhiasan lebih rentan terkena racun dibanding pemakainya. Tanaman ini
bisa mencapai tinggi 20 meter dan menyebar di seluruh negara terutama
negara beriklim tropis dan sub-tropis.
Deadly nightshade atau Atropa belladonna mengandung racun atropine dan
scopolamine di dalam batang, daun, buah dan akar. Tanaman ini tumbuh
setinggi 0,6-1,2 meter dengan daun hijau gelap dan berbentuk lonceng
ungu. Bunganya akan mekar di pertengahan musim panas. Hanya ditemui pada
beberapa wilayah di dunia.
Tanaman castor bean atau dikenal dengan Ricinus communis secara luas
dibudidayakan untuk castor oil dan juga sebagai tanaman hias. Pada
kenyataannya tanaman ini mengandung racun mematikan yang disebut dengan
ricin. Dulunya tanaman ini banyak ditemukan di Afrika, tapi sekarang
bisa ditemukan di seluruh dunia. Tanaman ini tumbuh dengan baik di
daerah tandus dan tidak memerlukan perawatan khusus.