Rabu, 06 November 2013
SISTEM EKSRESI
Alat eksresi pada manusia adalah ginjal, kulit, paru-paru dan hati.
1. GINJAL
Ginjal atau ren berjumlah sepasang dan berwarna merah tua. Kedua ginjal itu terletak di dalam rongga perut, isebelah kanan dan kiri ruas-ruas tulang pinggang. berat ginjal seseorang umumnya berkisar 0,5% dari berat badannya. eksresi ginjal berupa air seni (urin).
madula korteks
Fungsi Ginjal osmoregulasi
1. mengekskresikan zat-zat sisa metabolism yang mengandung nitrogen, misalnya amonia (amonia adalah hasil pemecahan protein yang kita makan).
2. mengekskresikan zat-zat yang jumlah yang jumlahnya berlebh, misalnya vitamin.
3. berperan dalam mengatur keseimbangan air untuk mempertahankan cairan ekstraseluler dengan mengeluarkan air dari dalam tubuh bila jumlahnya berlebihan. pelvis renalis
Struktur ginjal :
1. Kulit Ginjal (korteks)
di dalam kulit ginjal terdapat jutaan alat penyaring yang disebut nefron. setiap nefron terdiri dari badan Malpighi dan tubulus (saluran). badan Malpighi tersusun atas kapsula Bowman dan glomerulus. glomerulus meru[akan anyaman pembuluh-pembuluh darah kapiler yang berupa gumpalan-gumpalan. kapsula Bowman berbentuk seperti mangkuk atau piala.
2. Sum-sum ginjal
Sum-sum ginjal terdiri dari pembuluh atau saluran berliku yang disebut tubulus kantortus bermuara pada rongga ginjal.
3. Rogga Ginjal (pelvis renalis)
pada rongga ginjal bermuara pembuluh atau saluran pengumpul. Dari masing-masing rongga ginal keluar saluran yang di sebut ureter. ureter berfungsi menyalurkan urin ke kantung kemih (vesica urinaria). di kantung kemih, urin di tampung sementara sebelum keluar dari tubuh. dari kantung kemih, urin di keluarkan dari saluran kantung kemih/disebut uretra.
Perbedaan urin primer dan urin skunder
Urin Primer Urin Skunder
Memiliki kandungan zat yang hampir sama dengan cairan yang menembus kapiler menuju keruang-ruang antar sel. dalam keadaan normal, urin primer tidak mengandung sel darah merah, tetapi mengandung protein yang kadarnya kurang dari o,o3%. urin primer masih mengandung zat-zat yang di perlukan tubuh yaitu glukosa(GULA), asam amino dan Garam. Terbentuk setelah Proses Penyerapan kembali atau Reapsorpsi yang memiliki kadar urea yang tinggi. urea ini bersifat racun bagi tubuh kita.
2. KULIT
Kulit merupakan lapisan tipis yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan salah satu alat pengeluaran (ekskresi) yang mampu mengeluarkan zat sisa tubuh dalam bentuk keringat. Dalam keringat terkandung zat sisa metabolisme berupa garam dapur. Keringat biasanya muncul saat kita melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak energi dan dalam keadaan suhu panas. Keringat dikeluarkan dari tubuh kita dengan maksud membuang zat sisa metabolisme dan sekaligus untuk mengatur suhu tubuh.
Fungsi utama dari kulit :
• Sebagai alat pengeluaran berupa kelenjar keringat.
• Sebagai alat peraba.
• Sebagai pelindung organ dibawahnya.
• Tempat dibuatnya Vit D dengan bantuan sinar matahari.
• Pengatur suhu tubuh.
• Tempat menimbun lemak.
Kulit terdiri dari :
lapisan kulit ari (epidermis) dan lapisan lapisan kulit jangat (dermis).
Epidermis terdiri atas lapisan tanduk dan lapisan Malpighi. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar sedangkan Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum.
a. Lapisan tanduk (stratum komeum), berfungsi untuk mencegah masuknya mikroba dan mencegah penguapan air yang belebihan. Lapisan ini tersusun dari sel-sel kulit mati yang selalu mengelupas, sel-sel ini diganti dengan sel-sel yang berada di bawahnya.
b. Lapisan Malpighi (stratum granulosum), yaitu lapisan bagian dalam epidermis yang tersusun oleh sel-sel hidup yang selalu membelah. Sel-sel itu mengandung melamin dan karoten yaitu pigmen sel melainkan kulit yang berwarna gelap. Jika kulit mengandung karotein dan melanin, kulit berwarna kekuningan. Selain sebagai pigmen sel melanin juga befungsi melindungi sel dari kerusakan olleh radiasi sinar matahari. Pada lapisan ini juga terdapat ujung-ujung saraf perasa nyeri. Bila lapisan Malpighinya tidak mengandung pigmen, orang tersebut dinamakan albino.
Dermis terdiri atas kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebaseus), rambut dan otot penegak rambut, saraf dan indra peraba, serta pembuluh darah dan limfa.
a. Kelenjar kringat, yaitu kelenjar yang berupa saluran melingkar dan bermuara pada kulit ari membentuk pori-pori halus. Kelenjar menyerap air dengan larutan NaCl dan urea, kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Kegiatan kelenjar keringat dibawah pengaruh pusat pengatur suhu badan dan system saraf pusat, kecuali pengeluaran keringat yang tidak rutin.
b. Kelenjar minyak, yaitu kelenjar yang menghasilkan minyak dan berguna untuk mencegah kekeringan pada lapisan kulit.
c. Rambut dan kandung rambut (folikel), berperan dalam mempertahankan suhu badan bersama-sama dengan kelenjar keringat dan pembuluh darah. Folikel mengandung otot penegak rambut dan kelenjar minyak. Pada saata suhu udara, dingin otot penegak rambut mengerut sehingga menegakkan rambut. Rambut-rambut tersebut dapat menahan hawa dingin dan melindungi kulit.
d. Saraf dan indra peraba, berfungsi untuk menerima rangsang dan meneruskanya ke susunan saraf pusat.
e. Pembuluh darah dan limfa, berfungsi untuk mengalirkan sari makanan dan oksigen ke akar rambut dan mengambil zat sisa yang terbentuk. Pembuluh darah dapat mengembang jika kena panas dan mengerut jika kedinginan sehingga kulit dapat menyesuaikan perubaha suhu udara.
3. PARU-PARU
Fungsi Paru-paru :
1. Sebagai alat pernapasan
2. Mengekskresikan zat sisa metabolisme atau ( Karbondioksida dan Uap air)
Karbodioksida dan air yang merupakan sisa metabolisme akan di keluarkan dari sel-sel dalam jaringan tubuh dan masuk kedalam aliran darah memallui pembuluh balik dan di bawa ke jantung. darah yang mengandung karbondioksida dan air akan di pompakan ke paru-par melalui pembuluh nadi paru-paru. pada alveolus paru-paru, karbondioksida dan air berdifusi, kemudian di ekskreasikan melalui saluran pernapasan selanjutnya, karbon di oksida dikeluarkan melalui hidung. Sedangkan air di Keluarkan dari paru-paru dalam bentuk uap air.
4. HATI
Hati adalah suatu organ penting terletak di kwadran kanan atas abdomen.
Fungsi hati :
1. Menyaring darah
2. Membuat empedu, suatu zat yang
membantu pencernaan lemak
3. Memproses dan mengikat lemak pada
pengangkutnya (protein) termasuk
kolesterol. Gabungan lemak dan protein disebut lipoprotein (Chylomicron, VLDL, LDL, HDL), menyimpan gula dan membantu tubuh untuk mengangkut dan menghemat energi.
4. Membuat protein-protein penting, seperti kebanyakan yang terlibat pada pembekuan darah
5. Memetabolisme banyak obat-obatan seperti barbiturates, sedatives, and amphetamines
6. Menyimpan besi, tembaga, vitamin A dan D, dan beberapa dari vitamin B
7. Membuat protein-protein penting seperti albumin yang mengatur pengakutan cairan didalam darah dan ginjal
8. Membantu mengurai dan mendaurulang sel-sel darah merah
PENGERTIAN KONSERVASI
Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan, masa depan.
PANTANGAN MAKANAN BAGI PASIEN KISTA
Pantangan makanan bagi pasien kista:
- santan, alpukat, kuning telur
- seafood
- fastfood
- gorengan (bila menggoreng lebih baik menggunakan olive oil/minyak zaitun)
- susu sapi (ganti dg susu diet, misalnya WRP)
- susu kedelai, termasuk tahu tempe
- jeroan
- makanan2 manis, termasuk buah2an, misalnya lengkeng, rambutan, mangga.
• Hindari makan jeroan, ayam broiler, telur, gorengan, fastfood, durian.
• Hindari kacang kedelai dan produk dari kacang kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai
• Kurangi makanan / minuman yang manis-manis
• Perbanyak makan sayuran (kecuali kol) & buah-buahan (kecuali durian dan yang terlalu manis seperti rambutan, lengkeng).
• Hindari STRESS , cukup istirahat
KULIT
Kulit merupakan lapisan tipis yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Kulit merupakan salah satu alat pengeluaran (ekskresi) yang mampu mengeluarkan zat sisa tubuh dalam bentuk keringat. Dalam keringat terkandung zat sisa metabolisme berupa garam dapur. Keringat biasanya muncul saat kita melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak energi dan dalam keadaan suhu panas. Keringat dikeluarkan dari tubuh kita dengan maksud membuang zat sisa metabolisme dan sekaligus untuk mengatur suhu tubuh.
Fungsi utama dari kulit :
• Sebagai alat pengeluaran berupa kelenjar keringat.
• Sebagai alat peraba.
• Sebagai pelindung organ dibawahnya.
• Tempat dibuatnya Vit D dengan bantuan sinar matahari.
• Pengatur suhu tubuh.
• Tempat menimbun lemak.
Kulit terdiri dari :
lapisan kulit ari (epidermis) dan lapisan lapisan kulit jangat (dermis).
Epidermis terdiri atas lapisan tanduk dan lapisan Malpighi. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar sedangkan Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum.
a. Lapisan tanduk (stratum komeum), berfungsi untuk mencegah masuknya mikroba dan mencegah penguapan air yang belebihan. Lapisan ini tersusun dari sel-sel kulit mati yang selalu mengelupas, sel-sel ini diganti dengan sel-sel yang berada di bawahnya.
b. Lapisan Malpighi (stratum granulosum), yaitu lapisan bagian dalam epidermis yang tersusun oleh sel-sel hidup yang selalu membelah. Sel-sel itu mengandung melamin dan karoten yaitu pigmen sel melainkan kulit yang berwarna gelap. Jika kulit mengandung karotein dan melanin, kulit berwarna kekuningan. Selain sebagai pigmen sel melanin juga befungsi melindungi sel dari kerusakan olleh radiasi sinar matahari. Pada lapisan ini juga terdapat ujung-ujung saraf perasa nyeri. Bila lapisan Malpighinya tidak mengandung pigmen, orang tersebut dinamakan albino.
Dermis terdiri atas kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebaseus), rambut dan otot penegak rambut, saraf dan indra peraba, serta pembuluh darah dan limfa.
a. Kelenjar kringat, yaitu kelenjar yang berupa saluran melingkar dan bermuara pada kulit ari membentuk pori-pori halus. Kelenjar menyerap air dengan larutan NaCl dan urea, kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit. Kegiatan kelenjar keringat dibawah pengaruh pusat pengatur suhu badan dan system saraf pusat, kecuali pengeluaran keringat yang tidak rutin.
b. Kelenjar minyak, yaitu kelenjar yang menghasilkan minyak dan berguna untuk mencegah kekeringan pada lapisan kulit.
c. Rambut dan kandung rambut (folikel), berperan dalam mempertahankan suhu badan bersama-sama dengan kelenjar keringat dan pembuluh darah. Folikel mengandung otot penegak rambut dan kelenjar minyak. Pada saata suhu udara, dingin otot penegak rambut mengerut sehingga menegakkan rambut. Rambut-rambut tersebut dapat menahan hawa dingin dan melindungi kulit.
d. Saraf dan indra peraba, berfungsi untuk menerima rangsang dan meneruskanya ke susunan saraf pusat.
e. Pembuluh darah dan limfa, berfungsi untuk mengalirkan sari makanan dan oksigen ke akar rambut dan mengambil zat sisa yang terbentuk. Pembuluh darah dapat mengembang jika kena panas dan mengerut jika kedinginan sehingga kulit dapat menyesuaikan perubaha suhu udara.
KELAINAN PADA SISTEM EKSRESI
KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU
Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:
1. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2.Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
3.Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.
CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU
Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:
1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur
2. Berolah raga dengan teratur
3. Istirahat minimal 6 jam per hari
4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba
5. Hindari Stress
KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.
Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT.
Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:
1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)
2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)
3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)
MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan:
1. Pemberian vaksinasi
2. Makan makanan yang sehat
3. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang
4. Berolahraga dengan teratur
5. Sterilisasi penggunaan jarum suntik
6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan)
KELAINAN PADA GINJAL
Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal.
1. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme.
Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:
1. Makan makanan berlemak
2. Kolesterol dalam darah yang tinggi
3. Kurang berolahraga
4. Merokok, dan
5. Minum minuman beralkohol.
Mengatasi Gagal Ginjal
Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi:
1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin
2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut
2. Batu Ginjal
Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Gejala lain yang sering terjadi pada penderita batu ginjal adalah :
• Terjadi nyeri hebat pada waktu air seni keluar dari dalam ginjal melalui aliran ginjal kedalam kantong kemih.
• Rasa sakitnya hilang timbul pada pinggang dan perut.
• Rasa sakit dimulai dari pinggang bawah menuju ke pinggul kemudian ke alat kemaluan luar.
• Perasaan mual, muntah dan perut terasa kembung yang disertai dengan rasa sakit yang hebat.
• Pada waktu ada serangan sakit pinggang, kadang-kadang air seni bercampur dengan darah karena terjadi pergesekan antara batu dengan dinding saluran hingga menimbulkan lecet.
• Penderita batu ginjal juga mengalami panas, dan kedinginan.
MENCEGAH TERJADINYA BATU GINJAL
• Jangan menahan buang air kemih terlalu lama, karena dapat menyebabkan kandungan garam dalam urin menjadi pekat
• Minumlah air putih yang banyak, minimal 8 gelas sehari, agar urin menjadi lebih encer, batupun menjadi lebih sulit mengendap.
• Apabila kita seorang pekerja yang membutuhkan duduk yang terlalu lama, cobalah untuk bergerak sedikit, dan perbanyaklah berjalan disekitar tempat duduk.
• Sebelum pergi tidur biasakan untuk minum terlebih dahulu, karena malam yang panjang memudahkan air seni yang pekat mengendapkan batu.
3. Diabetes Insipidus
suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).
Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.
Hormon ini unik, karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior.
Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).
Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh beberapa hal:
# Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan menghasilkan terlalu sedikit hormon antidiuretik
# Kelenjar hipofisa gagal melepaskan hormon antidiuretik ke dalam aliran darah
# Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan
# Cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak)
# Tumor
# Sarkoidosis atau tuberkulosis
# Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak
# Beberapa bentuk ensefalitis atau meningitis
# Histiositosis X
GEJALA
Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun secara tiba-tiba pada segala usia.
Seringkali satu-satunya gejala adalah rasa haus dan pengeluaran air kemih yang berlebihan.
Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari).
Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok.
Cara mengatasi penyebabnya.
Diabetes insipidus diobati dengan mengatasi penyebabnya yaitu
• Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal. Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.
• Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.
• Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat.
4. DIABETES MELITUS
kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap zat insulin. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa pada makanan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terus meningkat.
Penyebab diabetes mellitus sebenarnya bisa dengan berbagai macam cara misalnya:
1. Genetik atau Faktor Keturunan
Diabetes mellitus cenderung diturunkan atau diawariskan, bukan ditularkan. Anggota keluarga penderita DM (diabetisi) memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak menderita DM. Para ahli kesehatan juga menyebutkan DM merupakan penyakit yang terpaut kromosom seks atau kelamin. Biasanya kaum laki-laki menjadi penderita sesungguhnya, sedangkan kaum perempuan sebagai pihak yang membawa gen untuk diwariskan kepada anak-anaknya.
2.Virus dan Bakteri
Virus penyebab DM adalah rubela, mumps, dan human coxsackievirus B4. Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel beta, virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. Bisa juga, virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. Diabetes mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. Namun, para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan DM.
3. Bahan Toksik atau Beracun
Bahan beracun yang mampu merusak sel beta secara langsung adalah alloxan, pyrinuron (rodentisida), dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong.
4. Nutrisi
Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan DM. Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan, semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit DM.
Cara Mengatasi Diabetes
Penyakit diabetes dapat di hindari atau dikurangi dengan cara mengetahui kadar glukosa darah dalam tubuh kita- lakukan pemeriksaan secara rutin- karena peningkatan dan penusrunan kada rgula dalam darah selalu berubah. Jika kita mampu menjaga kadar gula dalam batasan normal artinya kita dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Cara lain yang dapat Anda gunakan untuk mengurangi komplikasi diabetes adalah: berhenti merokok , mengoptimalkan kadar kolestrol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi (tensi), dan melakukan olah raga secara teratur.
5. NEFRITIS
Nefritis adalah peradangan pada ginjal yang terjadi karena infeksi bakteri penyakit pada nefron. Bakteri ini masuk melalui saluran pernafasan kemudian dibawa darah ke ginjal. Karena infeksi ini nefron mengalami peradangan sehingga protein dan sel – sel darah yang masuk bersama urine primer tidak dapat disaring dan keluar bersama urine. Selain itu, nefritis dapat menyebabkan uremia, yaitu ureum yang masuk dalam darah melebihi kadar normal. Terdapatnya ureum di dalam darah dapat menyebabkan penyerapan air terganggu, selanjutnya air akan menumpuk di kaki atau organ tubuh yang lain.
Selain itu, nefritis dapat diakibatkan karena suatu reaksi kekebalan yang keliru dan melukai ginjal. Suatu reaksi kekebalan yang abnormal bisa terjadi melalui 2 cara:
1. Suatu antibodi dapat menyerang ginjalnya sendiri atau suatu antigen (zat yang merangsang reaksi kekebalan) menempel pada ginjal
2. Antigen dan antibodi bergabung di bagian tubuh yang lain dan kemudian menempel pada sel-sel di dalam ginjal.
Tanda-tanda dari nefritis adalah hematuria (darah di dalam air kemih), proteinuria (protein di dalam air kemih) dan kerusakan fungsi hati, yang tergantung kepada jenis, lokasi dan beratnya reaksi kekebalan.
Pengobatan
Meskipun terbentuk jaringan parut, fungsi ginjal biasanya kembali normal setelah pemakaian obat penyebabnya dihentikan. Jika penyebabnya adalah reaksi alergi, maka pemberian kortikosteroid bisa mempercepat pemulihan fungsi ginjal. Infeksi saluran kencing merupakan pintu menuju infeksi ginjal, sebab itu usahakan agar saluran kencing itu bersih, tidak terpapar bakteri, yang misalnya pada kaum perempuan, umumnya didapat dari kotoran yang keluar dari anus, yang masuk ke lubang saluran kencing. Bagi kaum lelaki yang sudah berusia di atas 50 tahun, usahakan memeriksakan prostat sekali setahun.
5. ALBUMINURIA
Albuminuria adalah penyakit pada sistem ekskresi yang ditandai dengan urine penderita mengandung albumin. Albumin merupakan protein yang bermanfaat bagi manusia karena berfungsi untuk mencegah agar cairan tidak terlalu banyak keluar dari darah. Penyakit ini menyebabkan terlalu banyak albumin yang lolos dari saringan ginjal dan terbuang bersama urine. Penyakit ini antara lain disebabkan oleh kekurangan protein. Cara mencegahnya dengan cara pengendalian kadar gula darah dan mengurangi derajat albuminuria dengan pemberian diuretik dosis kecil dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram / kg berat badan per hari).
KAMBIUM
Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan. Kambium ditemukan pada batang dan akar. Berdasarkan jaringan tetap yang dibentuknya, dikenal dua kelompok kambium, yaitu kambium gabus (felogen, phellogen) dan kambium pembuluh (vascular cambium). Kambium hanya ditemukan pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae.
Kambium gabus berada di bagian korteks. Aktivitasnya menghasilkan jaringan gabus (felem, phellem atau cork) ke arah luar. Jaringan gabus berfungsi untuk mengendalikan masuk dan keluarnya air, mencegah serangan hama, dan beberapa fungsi mekanik lainnya. Ke arah dalam, kambium gabus pada beberapa spesies tumbuhan menghasilkan lapisan kulit bergabus yang disebut feloderm (phelloderm).
Kambium pembuluh atau vaskular adalah bagian yang biasa disebut orang kambium saja. Kambium biasanya membatasi bagian pepagan (kulit kayu) dari kolom kayu pada batang pohon. Ke dalam, kambium akan membentuk pembuluh kayu (xilem) dan ke luar kambium membentuk pembuluh tapis (floem, phloem).
DIAGNOSIS & PENGOBATAN GONORE
Diagnosis dan pengobatan
Diagnosis penyakit gonore didasarkan pada hasil pemeriksaan mikroskopik terhadap nanah untuk menemukan bakteri penyebab gonore. Jika pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan bakteri, maka dilakukan pembiakan di laboratorium.
Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama satu minggu (biasanya diberikan doksisiklin). Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah atau infus).
Langganan:
Postingan (Atom)