Pages

Selasa, 02 Oktober 2012

Cerita Rakyat Aji Saka

Aji Saka

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.

Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.

Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.

Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.

Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.

Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.

Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.

Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.



Cerita Rakyat Sangkuriang

Sangkuriang

Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu. Pada jaman dahulu, tersebutlah kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu.


Ia berburu dengan ditemani oleh Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu adalah titisan dewa dan juga bapaknya.

Pada suatu hari Tumang tidak mau mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut diusirnya ke dalam hutan.

Ketika kembali ke istana, Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi.

Setelah bertahun-tahun mengembara, Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana, kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka, Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun sangat terpesona padanya.

Pada suatu hari Sangkuriang minta pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau. Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.

Maka kemudian ia mencari daya upaya untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat. Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.

Malam itu Sangkuriang melakukan tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.

Ketika menyaksikan warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi syarat yang diminta Dayang Sumbi.

Dengan kekuatannya, ia menjebol bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."



Cerita Rakyat Keong Mas

Alkisah pada jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Iba warga kampung melihatnya. Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut. Namun akhirnya galoran dipungut oleh seorang janda berkecukupan untuk dijadikan teman hidupnya. Hal ini membuat Galoran sangat senang ; "Pucuk dicinta ulam pun tiba", demikian pikir Galoran.
Janda tersebut mempunyai seorang anak perempuan yang sangat rajin dan pandai menenun, namanya Jambean. Begitu bagusnya tenunan Jambean sampai dikenal diseluruh dusun tersebut. Namun Galoran sangat membenci anak tirinya itu, karena seringkali Jambean menegurnya karena selalu bermalas-malasan.
Rasa benci Galoran sedemikian dalamnya, sampai tega merencanakan pembunuhan anak tirinya sendiri. Dengan tajam dia berkata pada istrinya : " Hai, Nyai, sungguh beraninya Jambean kepadaku. Beraninya ia menasehati orangtua! Patutkah itu ?" "Sabar, Kak. Jambean tidak bermaksud buruk terhadap kakak" bujuk istrinya itu. "Tahu aku mengapa ia berbuat kasar padaku, agar aku pergi meninggalkan rumah ini !" seru nya lagi sambil melototkan matanya. "Jangan begitu kak, Jambean hanya sekedar mengingatkan agar kakak mau bekerja" demikian usaha sang istri meredakan amarahnya. "Ah .. omong kosong. Pendeknya sekarang engkau harus memilih .. aku atau anakmu !" demikian Galoran mengancam.
Sedih hati ibu Jambean. Sang ibu menangis siang-malam karena bingung hatinya. Ratapnya : " Sampai hati bapakmu menyiksaku jambean. Jambean anakku, mari kemari nak" serunya lirih. "Sebentar mak, tinggal sedikit tenunanku" jawab Jambean. "Nah selesai sudah" serunya lagi. Langsung Jambean mendapatkan ibunya yang tengah bersedih. "Mengapa emak bersedih saja" tanyanya dengan iba. Maka diceritakanlah rencana bapak Jambean yang merencanakan akan membunuh Jambean. Dengan sedih Jambean pun berkata : " Sudahlah mak jangan bersedih, biarlah aku memenuhi keinginan bapak. Yang benar akhirnya akan bahagia mak". "Namun hanya satu pesanku mak, apabila aku sudah dibunuh ayah janganlah mayatku ditanam tapi buang saja ke bendungan" jawabnya lagi. Dengan sangat sedih sang ibu pun mengangguk-angguk. Akhirnya Jambean pun dibunuh oleh ayah tirinya, dan sesuai permintaan Jambean sang ibu membuang mayatnya di bendungan. Dengan ajaib batang tubuh dan kepala Jambean berubah menjadi udang dan siput, atau disebut juga dengan keong dalam bahasa Jawanya.

Tersebutlah di Desa Dadapan dua orang janda bersaudara bernama Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil. Kedua janda itu hidup dengan sangat melarat dan bermata pencaharian mengumpulkan kayu dan daun talas. Suatu hari kedua bersaudara tersebut pergi ke dekat bendungan untuk mencari daun talas. Sangat terpana mereka melihat udang dan siput yang berwarna kuning keemasan. "Alangkah indahnya udang dan siput ini" seru Mbok Rondo Sambega "Lihatlah betapa indahnya warna kulitnya, kuning keemasan. Ingin aku bisa memeliharanya" serunya lagi. "Yah sangat indah, kita bawa saja udang dan keong ini pulang" sahut Mbok Rondo Sembadil. Maka dipungutnya udang dan siput tersebut untuk dibawa pulang. Kemudian udang dan siput tersebut mereka taruh di dalam tempayan tanah liat di dapur. Sejak mereka memelihara udang dan siput emas tersebut kehidupan merekapun berubah. Terutama setiap sehabis pulang bekerja, didapur telah tersedia lauk pauk dan rumah menjadi sangat rapih dan bersih. Mbok Rondo Sambega dan Mbok Rondo Sembadil juga merasa keheranan dengan adanya hal tersebut. Sampai pada suatu hari mereka berencana untuk mencari tahu siapakah gerangan yang melakukan hal tersebut.
Suatu hari mereka seperti biasanya pergi untuk mencari kayu dan daun talas, mereka berpura-pura pergi dan kemudian setelah berjalan agak jauh mereka segera kembali menyelinap ke dapur. Dari dapur terdengar suara gemerisik, kedua bersaudara itu segera mengintip dan melihat seorang gadis cantik keluar dari tempayan tanah liat yang berisi udang dan Keong Emas peliharaan mereka. "tentu dia adalah jelmaan keong dan udang emas itu" bisik Mbok Rondo Sambega kepada Mbok Rondo Sembadil. "Ayo kita tangkap sebelum menjelma kembali menjadi udang dan Keong Emas" bisik Mbok Rondo Sembadil. Dengan perlahan-lahan mereka masuk ke dapur, lalu ditangkapnya gadis yang sedang asik memasak itu. "Ayo ceritakan lekas nak, siapa gerangan kamu itu" desak Mbok Rondo Sambega "Bidadarikah kamu ?" sahutnya lagi. "bukan Mak, saya manusia biasa yang karena dibunuh dan dibuang oleh orang tua saya, maka saya menjelma menjadi udang dan keong" sahut Jambean lirih. "terharu mendengar cerita Jambean kedua bersaudara itu akhirnya mengambil Keong Emas sebagai anak angkat mereka. Sejak itu Keong Emas membantu kedua bersaudara tersebut dengan menenun. Tenunannya sangat indah dan bagus sehingga terkenallah tenunan terebut keseluruh negeri, dan kedua janda bersaudara tersebut menjadi bertambah kaya dari hari kehari.
Sampailah tenunan tersebut di ibu kota kerajaan. Sang raja muda sangat tertarik dengan tenunan buatan Jambean atau Keong Emas tersebut. Akhirnya raja memutuskan untuk meninjau sendiri pembuatan tenunan tersebut dan pergi meninggalkan kerajaan dengan menyamar sebagai saudagar kain. Akhirnya tahulah raja perihal Keong Emas tersebut, dan sangat tertarik oleh kecantikan dan kerajinan Keong Emas. Raja menitahkan kedua bersaudara tersebut untuk membawa Jambean atau Keong Emas untuk masuk ke kerajaan dan meminang si Keong Emas untuk dijadikan permaisurinya. Betapa senang hati kedua janda bersaudara tersebut.


Lanjutan Asmaul Husna


51. Al-Haqq (Al Haqq)
Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil)
Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy)
Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin)
Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy)
Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid)
Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi)
Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi)
Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid)
Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi)
Artinya Yang Maha Menghidupkan

61. Al-Mumit (Al Mumit)
Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy)
Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum)
Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid)
Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid)
Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid)
Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad)
Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad)
Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir)
Artinya Yang Maha Berupaya

70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir)
Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim)
Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir)
Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal)
Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir)
Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir)
Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin)
Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali)
Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali)
Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr)
Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab)
Artinya Yang Menerima Taubat

81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim)
Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw)
Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf)
Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk)
Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal- Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram)
Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit)
Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami)
Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy)
Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni)
Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani)
Artinya Yang Maha Pencegah

91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi)
Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi)
Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith)
Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid)
Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur)
Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar


Keutamaan dan manfaat dari Nama Nama Allah (Asmaul Husna)

Telah banyak dirasakan oleh banyak orang.
Gambaran sifat Allah yang dilukiskan dalam al-Qur’an dari awal hingga akhir, semuanya berupa cinta dan kasih sayang;
dan sementara sifat kasih sayang Allah diuraikan dengan berbagai nama dan diulang beratus kali,
sifat Allah menimpakan siksaan Yang menimpakan pembalasan hanya tercantum empat kali saja di seluruh al-Qur’an.

1. ”Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa- Nya.” (QS.3:30),

2. ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram.
Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had- yad yang dibawa sampai ke Ka'bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya.
Allah telah memaafkan apa yang telah lalu.
Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya.
Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.” (QS.5:95),

3. ”Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan.” (QS.14:47),

dan

4. ”Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya.
Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?” (QS.39:37).

Asmaul Husna

Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhse mbilan nama baik Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :
"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang- orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama- namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :

1. Ar-Rahman (Ar Rahman)
Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim)
Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik)
Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus)
Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam)
Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min (Al Mukmin)
Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin)
Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz)
Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar)
Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir)
Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya

11. Al-Khaliq (Al Khaliq)
Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari)
Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir)
Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar)
Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar)
Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab)
Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq)
Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah)
Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim)
Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh)
Artinya Yang Maha Pengekang

21. Al-Basit (Al Basit)
Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh)
Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik)
Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz)
Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill)
Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami)
Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir)
Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam)
Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil)
Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif)
Artinya Yang Maha Lembut serta Halus

31. Al-Khabir (Al Khabir)
Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim)
Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim)
Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur)
Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur)
Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali)
Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir)
Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz)
Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit)
Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib)
Artinya Yang Maha Penghitung

41. Al-Jalil (Al Jalil)
Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim)
Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib)
Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib)
Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik)
Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim)
Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud)
Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid)
Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith)
Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid)
Artinya Yang Maha Menyaksikan
 
Images by Freepik